Kita Muda dan Bersahaja




Dibilang dewasa enggak, dibilang masih shibyan juga enggak. Siapa? Remaja! Petantang petenteng ngaku udah gede, tapi mental masih labil. Siapa ? Remaja! Yup, remaja. Sebuah fase kehidupan yang *kalo kata orang sih* paling asyik, paling seru, paling manis, paling ra’sye. Masa remaja, yang biasa digembar-gemborkan oleh film-film barat, yaitu ketika mereka diberi kebebasan oleh orang tua mereka. Mau pergi semau mereka mau ngapain, semuanya bebas. Masa remaja: ketika para orang tua bilang, “Perasaan baru kemarin ente masih ingusan, kalo tidur gak mau sendiri, masih suka pee di celana…Sekarang  udah jadi pemuda – pemudi yang gas’ah-gas’ah dan hali-hali”. *terharu* *ahelah* *lebay*. Masa remaja ketika pemuda-pemudi yang gas’ah dan hali ini mulai menapai jalan impian setapak demi setapak… katanya sih mumpung tenaga lagi ger-gerrrr. Mumpung hari belum terlalu senja.
Sekali lagi, ini masih opini pribadi ane….
Umur – umur masa remaja, tuh umur-umur ketika rasa ‘kepo’ atau ‘fudul’ lagi meledak-ledaknya. Ganja? Apaan tuh? Nyoba ah… Ciu? Apaan tuh? Boleh tuh kayaknya. Waliyadzu billah. Fakta loh, kebanyakan mereka suka coba ini itu. Pelantang peluntung gak jelas demi menuhin rasa fudul alias rasa kepo mereka. Bener?
 Sebuah peribahasaa Arab mengatakan,
شبان اليوم رجال الغد
“Pemuda hari ini (adalah) pemimpin di masa depan”
Yup. Pemimpin masa depan. Di tangan kita lah Islam di masa depan. Tergantung, kemanakah kita bakal mengemudikan kapal ini. Di tangan kitalah Indonesia masa depan. Di tangan kitalah dunia masa depan, Saking powerfulnya, Presiden pertama RI, Ir. Soekarno pernah berkata, “Berikan aku 10 pemuda yang mencintai negerinya, maka akan kuubah dunia”.
GERR BROOH!!!
Sekarang pertanyaannya adalah :
“SUDAH BERAPA DETIK DAN KERINGAT YANG TELAH KITA
HIBAHKAN UNTUK ISLAM INDONESIA?”
Hmmm??? ._.
Baru beberapa hari yang lalu, kita dapat kabar, gara-gara ciu sebotol, tawuran. Gara – gara diejek, tawuran. Korban mayoritas narkoba, miras, dan konco-konconya? REMAJA! Degradasi mora disana-sini. Pergaulan bebas dan entahlah yang lainnya. Total +1000 pemuda Indonesia mati konyol gara-gara miras, rokok, minum, dst. Ini yang terungkap ke massa, yang tersembunyi? Ini baru Indonesia, di belahan bumi lain ? Kemana pemegang estafet kepemimpinan masa depan? Kemana? Kemana? Beginikah potret Indonesia beberapa tahun mendatang?
Rasulullah pernah bersabda yang intinya nanti bakal ada suatu pasukan yang bakal bisa naklukkin Konstantinopel (sekarang Turki), maka pemimpin pasukan itu adalah sebaik-baik pemimpin.  Tau siapa orangnya? Yup; Sultan Muhammad Al-Fatih alias Murad II ketika umur beliau baru nginjak 21 tahun.
Dulu ketika zaman Umar bin Khattab radhiyallahu ‘anhu masih berkuasa, beliau suka ngajak orang-orang muda buat berunding kalo lagi ada masalah yang pelik karena mereka punya pikiran yang tajam.

Begitulah. Bagusnya ‘orang-orang tua’ itu seiring dengan beriringnya zaman, bakal tergantikan oleh ‘orang-orang muda’. Kalo justru ‘orang-orang muda’ nya sendiri udah -dengan tololnya- ngehancurin diri mereka sendiri dengan kesenangan dunia sesaat, jauh dari Al-Quran dan As-Sunnah dan malah deket dgn narkoba, miras, tauran, pergaulan bebas, de es te, bagaimana potret Islam dan Indonesia 20-30 tahun mendatang? Ini dosa siapa?
Jangan salahkah presiden, jangan salahkah menteri, jangan salahkan orang lain. Tunjuk diri sendiri! Ya! Saya merasa bersalah!
Salah orang tua yang gagal men-tarbiyah dan mendidik asset-aset berharga ini ke jalan yang lurus.
Salah para guru, yang gagal menjadikan dirinya sebagai orang tua kedua bagi asset-aset berharga ini.
Salah kita juga para pemuda yang gagal memanfaatkan masa emas ini untuk perubahan-perubahan brilian bagi islam dan Indonesia.
Salah saya juga, yang hanya bisa berteriak – teriak di blog/mading yang masih sepi pembaca ini.
Numpung hari belum beranjak senja! Kawan! Sebelum nasi berubah jadi semen *loh*
  بكيت على الشباب بدمع عيني
فلم يغن البكاء ولا النجيب
فيا أسفا أسفت على شباب
نعاه الشيب و الرأس الخضيب
عريت على الشباب و كنت غضاً
كما يعرى من الورق القضيب
فيا ليت الشباب يعود يوماً
فأخبره بما فعل المشيب
“Kutangisi masa muda dengan lelehan air mata, namun tangis dan ratap pilu yang tiada guna”.
 “Aku menyesali usia muda, penyesalan uban yang telah menutupi kepala.”
 “Semua telah berlalu padahal dulu aku begitu bugar, seperti batang yang tidak lagi berdahan.”
“ Jika saya masa muda itu bisa kembali, dan mendapatkan kabar dari senja yang telah memutih”
Kasarnya, harusnya yang tawuran dan rusak itu sadar. Ente syabab. Di pundak ente lah bangsa dan agama ini beberapa tahun kedepan. Ngaku diri gue udah gede woy…tapi? Beda sekolah, tawuran. Masalah kecil, tawuran. Sama aja kayak sifat anak kecil, dikit-dikit mewek.
Satu lagi, ente tau kan kalo negeri kita yang tercinta ini, penduduknya mayoritas muslim? Buat apa saling bunuh?  Ente gak usah yahanu lah… hidup cuma sekali. Manfaatin baik-baik. Nih buat ente-ente yang ngaku muslim: ente bangga ikut hal-hal yang kayak gitu? Ngerasa kuat? Nurunin citra islam doang! Abis itu, kalo lagi tawuran ente mut, ente kira ente mati syahid gitu?
Sekarang cuma ada satu cara buat balikin kejayaan islam ke tangan kita. Sebelum negara api menyerang! *loh* Ilmu : cahaya dalam gelap, penunjuk jalan, akar peradapan, karenanya seluruh makhluk dari semut yang berada di lubangnya sampai ikan paus yang berada di samudera mendoakan kebaikan bagi para penuntut ilmu. Karenannya agama Islam dapat menguasai 1/3 dunia dari Maroko di barat hingga Spanyol di timur. Karenannya islam sangat disegani pada abad pertengahan. Dan karenanya, seorang yang berilmu diminta pertanggungjawabannya oleh Allah di hadapan makhluk-Nya.
Pernah baca gak hadist tentang 7 golongan yang diberi naungan oleh Alllah pafa hari kiamat kelak?
سبعة يظلهم الله في ظله يوم لا ظل إلا ظله ...... (و منهم) و شاب نشأ في عبادة الله

“7 golongan yang akan diberi naungan oleh Allah pada hari yang tidak ada naungan kecuali naungan-Nya : ………. (diantaranya) dan pemuda yang tumbuh dalam beribadah kepada Allah”.
Tentu saja, ibadah harus dilandasi dengan ilmu tentang cara beribadah itu sendiri. Ente tahu, dengan ilmu Allah memuliakan kita (kaum muslimin) diantara umat-umat yang lain. Bahkan menuntut ilmu disejejerkan dengan jihad yang merupakan ‘imaduddin (tiangnya) agama. Mungkin dalil yang satu ini udah sangat teramat terlalu mainstream buanget bin familiar di telinga kita;
طلب العلم فريضة على كل مسلم
“Menuntut ilmu itu wajib bagi seluruh muslim..”
من سلك طريقاً يلتمس فيه علماً سهّل الله له به طريقاً إلى الجنّة
“Barangsiapa yang menempuh jalan menuntut ilmu maka Allah akan memudahkan jalannya ke surga” (HR. Tirmidzi)                                     
Nah, setelah berilmu, apa kewajiban selanjutnya? Thob’an : MENGAMALKANNYA. Ente tau kaum yang dibenci dan dilaknat oleh Allah (al-Maghdhuub) dalam Surat Al Fatihah? Mereka adalah kaum Yahudi yang masyaAllah telah dilebihkan oleh Allah dengan kepintaran  mereka. IQ diatas rata-rata mahir dalam hal ini dan itu. Coba liat di sekililing kita. Kebanyakan adalah produk mereka semua. Sampe ada anekdot,”Kalo ente ga mau make produk Yahudi, ga ausah hidup aja!” Ya! Saking mereka banyak nanem saham ato ngasih modal di berbagai perusahaan besar dunia. Tapi? Mereka sangat rendah dihadapan Allah Sang Pencita, karena mereka tidak mau mengamalkan anugerah Allah yang sangat besar berupa ilmu.  
كبر مقتاً عند الله أن تقولوا ما لا تفعلون (الصّف)
Setelah menuntut, lalu mengamalkan kemudian kita harus MENYEBARKANNYA! Ya! Ilmu itu beda sama harta. Harta kalau disebar berkurang. Sedangkan ilmu kalau disebar justru semakin banyak dan bertambah banyak.
Sebarkanlah! Sebarkanlah! Sebarkanlah! Jadilah magnet yang mampu menarik kawan-kawan kita ke jalan yang lurus.Jalan yang diridhoi oleh Allah dan Rasul-Nya. Condongkanlah rasa keingintahuan yang berglak ini kearah positif : untuk perubahan positif bagi Islam dan Indonesia.
ولتكن منكم أمّة يدعون إلى الخير و يأمرون بالمعروف و ينهون عن المنكر وأولاءك هم المفلحون (ال عمران 104)
Bersyukurlah! Kita hidup jauh sangat beruntung dari pada mereka yang tinggal dengan sehelai dua helai kain di kolong jembatan yang amis nan kumuh. Pikirkan mereka yang sakit ato kehilangan sebagian anggota tubuhnya. Pikirkan! Di luar sana banyak dari mereka yang punya semangat menggebu-gebu untuk  bersekolah, tapi apa daya? Baiaya seolah berkata dengan angkuhnya, “Kamu tidak pantas sekolah.”

Pikirkan! Di luar sana banyak yang hanya untuk makan sore saja belum jelas kepastiannya. Pikirkan! Diluar sana banyak ibu yang berjuang banting tulang demi pendidikan anakanya. Lah kita? Makan tinggal makan, belajar tinggal belajar, mandi tinggal mandi, kalo uang saku abis tinggal telepon orang tua pake hape musyrif. Bersyukurlah! Allah masih memberi kita kesempatan untuk memakan bangku sekolah. Masih bisa berjalan, bernafas, bergurau dengan kawan, berkreativitas, makan, minum, memanfaatkan sisa usia ini. Alhamdulilah tanpa musykilah yang berarti.
Ga ada kata “terlambat”  buat berubah. Buat yang udah rusak, ayo gum… Percaya deh, dibalik seribu orang yang mencap ete negative, masih ada seribu orang yang mencap ente positif. Syaratnya satu: mau berubah. Karena yang jelek, tidak selamanya jelek.Ambillah pelajaran dari kejadian yang sudah-sudah.Jangan minder untuk berubah.Diantara 4 khalifah pada zaman khulfa’rasyidin, siapakah yang paling kelam masa lalunya? Umar bin Khattab. Sebelum masuk islam, beliau adalah seorang  penyembah roti. Kemudian bagaimana beliau bisa sedemikian besar kiprahnya dalam Islam? Of course, karena beliau rodhiyallahu ‘anhu punya tekad yang bulat, kemauan yang besar, azam yang menggebu-gebu untuk berubah. Jangan terlalu larut dalam masa lalu, toh kita gak hidup di masa lalu kan? Cukup masa lalu dijadikan pelajaran.
Masa ini adalah masa keemasan bagi setiap orang.Dimana kita sedang berada dalam puncak kekuatan.Masa yang bakal menjadikan seseorang nyesel, karena masa ini gak bakal kembali lagi. Masa yang penuh akan warna-warni kehidupan. Masa inilah yang bakal buat kita tersenyum bahagia ketika kita tidak menyia-nyiakannya. Ketika kita memanfaatkan ini akan menjadi manfaat buat yang lain, dan kita   akan memetik hasilnya di hari kemudian, insyaAllah *ngutipdikit*
Saya, Abu ‘Adnan As-Sundawy Rafly Gilang P, untuk seluruh pemuda muslim Indonesia.
Wassalamu’alaikum


 24 November 2013
10.55 AM - Kelas ILC


0 komentar: